Infobaritoutara.id

Anggota DPRD Barito Utara Gun Sriwitanto Hadiri Selamatan 1 Suro di Sanggar Kuda Lumping Setyo Budoyo Wonorejo



Barito Utara — Rangkaian selamatan memperingati 1 Suro Tahun Baru Islam digelar khidmat di Sanggar Kesenian Kuda Lumping Setyo Budoyo Wonorejo, Jalan Tamban Sari, Wonorejo, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. 


Acara yang berlangsung tadi pagi dihadiri tokoh masyarakat setempat, sesepuh, pemangku adat, tokoh agama, serta warga.Kegiatan tersebut juga dihadiri Gun Sriwitanto, yang hadir sebagai tamu undangan sekaligus mewakili peran publiknya sebagai Ketua IPSI Kabupaten Barito Utara, Ketua Harian Paguyuban Pakuwojo (Kulo Wargo Jowo) di Barito Utara, dan anggota DPRD Kabupaten Barito Utara. Kehadiran Gun Sriwitanto mendapat sambutan hangat dari penyelenggara dan warga.Acara dibuka dengan sambutan dari ketua panitia adat, dilanjutkan sambutan Ketua RT 30. Setelah itu, doa bersama dipimpin tokoh agama setempat untuk memohon keberkahan pada peringatan tahun baru Islam.Salah satu rangkaian penting adalah tepung tawar yang dipersembahkan untuk alat-alat gamelan kuda lumping. Prosesi ini dipandu oleh pinih sepuh dan didampingi sesepuh desa, sebagai bentuk penghormatan dan upaya menjaga kelestarian seni tradisi. suasana terasa sakral dan penuh keakraban.Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan kenduri adat yang memadukan tradisi Jawa dan Kalimantan. Tepung tawar jenang Suro atau bubur sura,Suguhan nasi ambeng atau nasi uduk beserta lauk panggang dan engkung menjadi bagian penting dalam ritual tersebut, dinikmati bersama seluruh hadirin sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.Ketua paguyuban dan pengelola sanggar menyatakan harapan agar tradisi kuda lumping dan nilai-nilai budaya tetap terjaga di tengah dinamika generasi muda. Para tokoh agama dan adat juga mengimbau warga untuk menjaga toleransi serta memperkuat persatuan antarwarga demi keharmonisan komunitas.Hingga penutupan acara, suasana tetap kondusif dan penuh keakraban. Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud pelestarian budaya lokal dan peringatan keagamaan.

Tim Red 
Posting Komentar
ADVERTISEMENT