Infobaritoutara.id

Para Pahlawan korban dari Kaum baalawi



Catatan Pengkhianatan : Imigran Vs Pribumi Nusantara.


Dalam catatan kelam sejarah Nusantara masa perjuangan melawan penindasan penjajah Belanda, selalu tercium bau penghianatan dari pihak kabeb baalawi.


Dalam perang Diponegoro, ada penghianatan Habib Ba'abud yang ikut menjebak pangeran Diponegoro dalam taktik jendral de Kock di tahun 1830.


Dalam sejarah keruntuhan kesultanan Banten, tercium bau pengkhianatan Ratu Syarifah Fatimah si janda arab yang diambil permaisuri oleh Sultan Zainul Arifin. Fatimah bersekutu dengan VOC Belanda, yang menjadikan rakyat Banten marah dan memicu pembrontakan yang dipimpin oleh Ki Tapa dan Tubagus Buang, tahun 1750.


Dalam perang Banjar Kalsel tahun 1864, ada penghianatan Habib Hamid Al Aidrus, hingga Panglima Demang Lehman ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh Belanda dan jasad beliau dikubur tanpa kepala, sebab kepala beliau Demang Lehman masih tersimpan di musium Belanda sampai sekarang.


Dalam perang Aceh (1873 - 1904), ada tercium bau penghianatan dari Habib Abdurrahman Az Zahir yang berkomplot dengan Snouck Hourgronye, si Habib Putih ( panggilan orang Aceh pada Snouck Hourgronye). Pemerintah kolonial Belanda memberikan uang pensiun 10.000 Gulden per bulan kepada Habib Abdurrahman Az Zahir sampai meninggalnya di tahun 1896 di Jeddah Arab Saudi.


Dalam Geger Cilegon tahun 1888, dimana terdapat ribuan santri dan Ulama dibantai oleh kaum penjajah Belanda, ada penghianat yang bernama Habib Ustman bin Yahya yang bersekongkol dengan si Snouck Hourgronye dan petinggi pemerintah Belanda Van den Berg.


Dalam perang mempertahankan kemerdekaan RI, ada Habib Sultan Hamid II Al Qodri dari Pontianak yang berkomplot dengan Kapten Westerling dengan pasukan APRA yang mencoba mengkudeta pemerintah Sukarno Hatta tahun 1950. Kapten Westerling inilah yang pernah membantai rakyat Sulawesi sebanyak 40.000 orang. Sedang Sultan Hamid II Al Qodri yang menjabat sebagai Panglima Perang APRA (Angkatan Perang Ratu Adil), akhirnya ditangkap dan dipenjara selama 9 tahun dan kembali ke Belanda menemui keluarganya setelah selesai menjalani 9 tahun penjaranya.


Jangan lupa pula, deretan gembong PKI yang dari kaum Baalawi ; Musi Al Munawwar, DN Aidid, maupun habib sofyan Baroqbah bersaudara di Kalimantan.

 

Dan masih banyak lagi jika ditelusuri.


#Yuk_melek_sejarah

#Perbanyak_literasi

#Habib_kaum_benalu

Posting Komentar
ADVERTISEMENT