Infobaritoutara.id

"Demokrasi Mati Tanpa Jurnalis Lapangan!" — Herik Kurniawan, Ketua Umum IJTI






Ketua Umum IJTI Bongkar Ancaman Gelap Industri Media di May Day 2026 – Perusahaan Rontok, Jurnalis Tersingkir, Layar TV Akan Buram!

Jakarta, 1 Mei 2026 – Bom waktu meledak di industri media nasional! Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menggebrak peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day 2026 dengan peringatan mengerikan: gelombang PHK massal jurnalis TV bukan solusi, tapi pembunuh demokrasi!Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, tak lagi berkompromi. "Jika perusahaan media terus rontok dan jurnalis tersingkir, demokrasi akan mati! Tanpa kami di lapangan, publik kehilangan mata dan telinga untuk kawal keadilan," gebuk Herik dalam siaran pers IJTI, Jumat (1/5/2026).IJTI soroti tren mengerikan: efisiensi perusahaan TV yang berujung pemecatan brutal. 

Respons tegas mereka? Tiga pukulan keras!Tolak habis-habisan PHK sepihak yang jadikan jurnalis korban tak berdosa.Desak pemilik media ciptakan model bisnis revolusioner tanpa rampas kesejahteraan pekerja.Panggil transparansi total lewat dialog terbuka, hormati hak pekerja sesuai UU!Tak berhenti di situ, IJTI gebuk pemerintah: "Berikan insentif dan kebijakan sehat agar ekosistem me ddia selamat!" Hari Buruh jadi panggung refleksi: kesejahteraan jurnalis adalah nyawa informasi berkualitas."Jangan biarkan layar TV buram karena jurnalis berintegritas lenyap!" tegas Herik. Pernyataan ini ditandatangani Ketua Umum Herik Kurniawan dan Sekjen Usmar Almarwan – sinyal darurat bagi industri!(Sikap resmi IJTI ini jadi panggilan darurat. Industri media, bangun atau tenggelam?
Posting Komentar
ADVERTISEMENT